Sabtu, 25 Desember 2010

My Dad , My Super Hero


Hidup di dalam keluarga serba sederhana, 21 April sekitar 58 tahun lalu.Anak pertama dari sekitar 9 bersaudara dari orangtua seorang betawi ,Alm Babeh (kakek)  Djajih yang  jago berkebun sampe kebunnya yang selebar gaban ngga rusak sampe sekarang,babeh punya  keluarga besar di beberapa wilayah di jakarta selatan,membuat seakan-akan gue hidup di tengah-tengah semua keluarga.
Jalan ke sekitaran di  jakarta selatan,keluarga babeh.Mengingat keluarga babeh,sampe sekarang masih ada loh arisan keluarga yang kalo lagi ngumpul bejibun banget jumlahnya haha.
Tapi gue salut sama Babeh (Kakek) yang nggak pernah ikut-ikut kegiatan rembuk-rembukkan yang anarkis kaya yang orang pandang tentang orang betawi sekarang.Alm Babeh malah jago ngaji.Semasa hidupnya ga jauh dari dzikir.Babeh terkenal lebih bawel daripada Nyak.


Kembali ke bokap,dari kecil bokap cerita waktu SD harus kehilangan abang yang punya penyakit ayan.Selain itu kondisi ekonomi yang serba pas-pasan untuk sekolahin 5 orang anak dan hidupin adik-adiknya cewek 4 yang masih kecil membuat bapak harus kerja jadi tukang layangan dan jualan apa aja dari SD buat jajan dirinya dan bantuin Babeh.



Tapi pas gue lihat rapor SD bapak,semua bagus dan ranking 1 terus ckckck.Kalau kata orang,gue nurunin bapak walaupun fisik mirip mama karena prestasi di SD sama.hehe.




 Dan barusan gue disuruh rapihin sertifikat tanah dan rumah nemuin rapor bapak lagi yang ternyata SDnya itu di Tj.Barat 02 pagi.

Usaha bapak terus sampai SMA.Pas SMA kelas 1 bapak mutusin sendiri untuk pindah ke SMEA (Sekolah Menengah Ekonomi Atas) sambil kerja untuk sekolahin adik-adik perempuannya.



Setelah lulus bapak berdagang dan kenal dengan pemilik PT Kontraktor Listrik.Pada awalnya bapak ditawarin kerja di PLN Tanggerang dan berkembang terus bertahun-tahun sampai akhirnya bapak dibiayai untuk sekolah Teknik dari PLN.Dari situ bakat kelistrikkan bapak muncul sampai akhirnya berkembang terus di PLN dan mendapat jabatan.Selain itu akhirnya bapak berhasil menyekolahkan adik-adik perempuannya sampai SMA dan bekerja kemudian bapak menikah sama mama.










Pada saat krisis moneter,usiaku 5 tahun.2 mobil di jual dan bapak terancam di PHK dari PLN dan akhirnya memang =( awalnya bapak akhirnya jualan buah buahan di Pasar Induk yang diambil dan kerja bareng Babeh.


Siang malam bapak bareng Babeh kerja.Ketika kemarau dan tidak bisa mengharapkan hasil kebun bapak meminjam modal untuk mendirikan usaha membuat rempeyek.Setelah beberapa tahun bapak berhasil membawa label rempeyeknya sendiri ke warung-warung di banyak wilayah dan rumah makan.


 Tapi tidak lama bapak bangkit karena usaha rempeyek yang waktu itu dicurangin sama beberapa karyawannya dan memulai usaha kembali menghidupkan PT NILFA,kontraktor listrik yang berada di bawah PLN yang saat itu ternyata masih bertahan.Berkat usaha bapak menghidupkan PT itu bapak diberi wewenang untuk menjalankannya sebagai Kepala Pelaksana yang membawahi orang-orang eksekutor. 




Banyak masalah bapak sebagai anak pertama membawahi adik laki-lakinya apalagi satu orang  yang beinisial C.
Dia jarang tidak membuat masalah ,keluar masuk polisi dan sebagainya.2 motor bapak untuk kerja waktu itu terpaksa dijual untuk menebus dia dari tahanan.Bapak pergi kerja dengan angkot atau kereta.



Gue masih inget waktu bapak kecelakaan di pom bensin abis turun dari angkot  dan ditabrak.Gue langsung jerit karena bapak berlumuran darah di rumah salah seorang warga sebelum dibawa ke rumah sakit.Dan saat itu bapak masih megang map plastik untuk dibawa ke kantor.Saat masih begitu sakit,bapak masih nitipin map itu ke om gue dan dibawa ke kantor.Bapak adalah profesional.

Mulai dari saat susah itu bapak  bangkit,bapak ngajarin gue dengan cara keras tapi penuh makna.

waktu gue TK gue sering dianter adiknya bapak atau gue biasa sebut 'Cing Neneng'. Tapi beranjak nol besar gue mandiri walaupun TK jauh dari rumah.Begitu juga SD gue selalu sendiri.Gue ga pernah dimanja atau dapet hadiah selain karena gue usaha.Gue selalu dapet apa yang gue mau di akhir tahun setelah kenaikan kelas atau Setiap catur wulan untuk mainan atau makanan apa aja.

Disaat temen-temen cewek sepantaran gue manja-manjaan punya boneka barbie yang asli,gue ngikutin lomba dan menang baru dapet 3 boneka barbie asli kalo ga,ya ga pernah punya.Gue ga pernah berkecil hati lihat teman-teman gue yang waktu itu dianter jemput orangtuanya atau di bawain bekal.Gue malah jadi sering dikasih makanan sama temen-temen gue.Mereka jadi sering ke rumah gue untuk main.Mereka itu adalah 15 orang sahabat terbaik dan abadi dalam hidup gue sampai dengan sekarang.
 Tapi gue seneng dengan cara bapak mendidik gue waktu kecil.Walaupun gue harus belajar keras tapi tiap minggu bapak selalu mengajak refreshing sekedar keliling atau naik ke puncak pake mobil atau ke Ancol pokoknya tiap weekend selalu pergi.



Bapak ga pernah menunjukkan kasih sayangnya secara langsung,apalagi mama.Mereka berdua cuek dan bebas tapi kalau udah marah sedunia bisa goyang karena bacotnya haha.
Orangtua gue memang tidak seakur keluarga lainnya dan apalagi banyak masalah dalam keluarga.


Gue merasa bokap baru nunjukkin secara langsung kasih sayangnya dia saat gue kelas 4 SD.Saat itu kedua orangtua gue hampir cerai dan pisah rumah selama 2 tahun.Gue dan irwan tinggal sama mama di sebuah kontrakkan kecil dekat rumah sodara.

Walaupun terpisah bapak selalu bawain makanan dan beliin mainan yang kali ini tanpa perlu nunjukkin rapor lagi hehe.

Waktu gue kecil , gue dirayain ultahnya tapi bapak jarang dateng karena kerja. Ini foto gue nangis waktu ultah,mungkin nanyain " bokap gue mana nih?" hahaha





Lanjut,mulai dari kelas 4 itu gue kalo main suka jauh-jauh dan aneh-aneh sampai ngamen ke bogor dan gue mulai bandel.Karena sekolah dari kontrakkan jauh banget gue sering telat dan keburu capek sampai sekolah dan lompatin pagar.Nilai gue menurun dan bokap marah-marah.Akhirnya gue dibawa tinggal di rumah bapak.
Gue dirawat sama nenek tapi itu ga membuat gue jera gue malah makin menjadi.


menjelang kenaikan kelas ketika lagi main karet,karena badung gue lari di lantai pake kaos kaki dan terguling sampai bawah tangga waktu mau koprol akhirnya tangan dan kaki gue patah.Gue mulai kapok karena harus dirawat di panti pijat daerah Cipete.Tiap hari bokap selalu nemenin walau cuma nengokin doang.


Akhirnya menjelang kelas 6 gue beneran kapok dan mulai belajar giat.Bokap malah cuek dan kapok mungkin karena anak ceweknya udah bandel.Tapi ketika gue sujud syukur karena dapet SMP 41 ,SMP faforit yang kalau di SD gue jarang banget ada anak yang dapet SMP itu ,bokap mulai normal lagi,ga sering galak lagi sama gue justru gue dianter jemput selama kelas 1.
Bokap memaksa gue untuk ikut tes akselerasi di  SMP itu.Gue ga yakin.Sangat  tidak yakin.Tapi kata-kata bapak yang justru sering ngerendahin gue bikin gue semangat.Bapak emang ga pernah memuji gue.Dia memuji dengan cara lain.Mungkin dengan barang ,uang atau seperti antar jemput itu. Bapak juga sering ngebanding-bandingin gue dengan anak bos atau temannya yang lebih sukses.Kadang membuat gue muak dan sedih.Bapak tegas dan judes kalau gue mengeluh.Tapi gue jadi terbiasa untuk bangkit sendiri saat jatuh bahkan saat gue sendirian.


Walhasil , gue lolos.
Dan sampai sekarang perjuangan bapak mengalir terus ke darah gue.Dan gue berharap bisa sukses seperti bapak sekarang.

Gue ga malu punya orangtua yang berjuang dari nol.Bahkan sampai sekarang meskipun sudah menjadi Ketua Dekel dan masih bekerja di kontraktor dan boleh dikatakan sukses,bapak ga pernah melupakan usaha keripiknya.Gue ga malu harus bekerja seperti itu.Toh gue bisa menikmati mobil-mobilnya,rumah yang sekarang gue tempatin,kamar dan fasilitas yang nyaman ini,tanah dan kebun yang luas yang tiap tahun gue dateng dan main kesana semua berkat usaha bapak.Walaupun anugerah  Allah Maha Besar , Bapak tetap berprinsip bahwa lebih baik dipandang sebagai orang miskin daripada berpura-pura kaya.Lebih baik mati kelaparan daripada menerima yang bukan hak.Lebih baik mati keringat dingin karena bekerja untuk anak daripada hidup enak karena hasil sekarang tapi nanti tidak memiliki apa-apa.

Meskipun terkenal karena pemarah,bapak paling ga segan untuk berbagi bahkan menjadi pekerja sosial di lingkungan mana saja.Sekalipun difitnah ,sekalipun ditentang,bapak punya teman-teman setia yang selalu mendukungnya.



Dan sampai saat ini bapak tidak pernah memuji prestasi gue karena memang gue belum sepadan dengan prestasinya dan perjuangan hidupnya mulai dari nol sampai dengan sekarang dan emang gue  belum pantas dipuji ."hidup ini keras" itulah yang bapak coba tanamkan sama gue  sekarang.Dan gue mengerti.Sekalipun bapak kasar dan kadang bapak sewenang-wenang,but he still a family man who fight and run for this family and all the big family.










Sekarang bapak sudah mulai tua,tapi usahanya masih seperti muda dulu.Giat dan ga bosan membuka usaha dimana saja walau kadang gagal.Sementara gue belum bisa apa-apa.Gue belum bisa memberi apa-apa...
You are the best .THE BEST. Thank You Allah


You always be my Partner in work,partner in study ,partner in life..we are the best partner.






and this song for you ..i love you Dad.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar